Kodim 0405/Lahat Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Palembang. ZonaSumsel.com,- Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang diperingati umat muslim setiap tanggal 12 Rabiul Awal setiap tahun Hijriyah, momentum ini pun dimanfaatkan oleh keluarga besar Komandan Distrik Militer (Kodim) 0405/Lahat yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H/2018 M bertempat di Gedung Juang Markas Kodim, Kamis (22/11/2018).

Komandan Kodim 0405/Lahat Letkol Kav Sungudi, S.H. M.Si. melalui Kasdim Mayor Inf Derry Septriandi, S.T., M.M. menyampaikan, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita jadikan sebagai suri tauladan bagi prajurit dan PNS TNI AD. Melalui momen yang sangat penting ini, tentunya menjadi ajang instropeksi diri, dengan bercermin kepada perbuatan serta perkataan Nabi Muhammad SAW.

“Para prajurit, setidaknya dapat berperilaku apa yang telah dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad SAW, baik perbuatan maupun perkataannya. Berjiwa kesatria, militan, loyal, profesional, modern dan manunggal dengan rakyat,” ungkap Kasdim.

Mayor Derry menambahkan, momentum mengingat kembali hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, banyak yang bisa diambil hikmahnya. Dimana pada zaman dahulu, banyak sekali lika liku dilaluinya seperti dihina, dilempar batu, akan tetapi tetap bersabar dan bertawakal, membawa kebaikan di dunia. “Kita terapkan ke kehidupan sehari-hari, bagaimana Nabi Muhammad SAW menjadi panutan seluruh umat Muslim seluruh dunia, dan sebagai Nabi terakhir tiada lagi setelah beliau,” pungkasnya.

Sementara itu tauziah yang disampaikan oleh Ustadz Hafiz Muthoharoh, M.Pd.I. BRN menekankan, sebagai manusia agar senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, karena semua hal yang sudah Allah berikan, Allah tidak mengharapkan imbalan apa-apa.

“Apa yang kita lakukan sebagai hamba Alah apabila dituntut harus memberikan imbalan yang sesuai dengan kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita semuanya maka mustahil bagi kita akan mampu”, ujar Ustadz Hafis.

Selain itu, Ustadz Hafiz Muthoharoh menyampaikan, Nabi Muhammad SAW mendidik umatnya untuk mempunyai akhlaq yang baik, sampai beliau diturunkan menjadi Uswatun Khasanah (contoh/suri tauladan). “Bahkan salah satu akhlaq mulia beliau mengajarkan kepada kita selaku umatnya ketika memasuki area pemakaman harus memberikan salam terlebih dahulu”, tuturnya. (Andre)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: