Capaian Luas Lahan Hutan Sosial di Sumsel 105.367 Ha

Against Corruption Together

Capaian Luas Lahan Hutan Sosial di Sumsel 105.367 Ha

5th July 2019 Peristiwa Uncategorised 0

Palembang, ZonaSumsel,- Alokasi luas Lahan hutan sosial di Provinsi Sumsel mencapai 361.897 ha, dan yang sudah dikelola oleh masyarakat saat ini mencapai 105.367 ha.

Pengelolaan kawasan hutan sosial itu dikelola oleh sekitar 15.000 KK.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Panji Cahyanto saat diwawancarai dalam acara talk show Perhutanan Sosial di ruang rapat Balai Litbang LHK, Jumat (28/6/2019).

Panji Cahyanto menjelaskan, melalui talk show hutan sosial ini, pihaknya memberikan akses kepada masyarakat untuk berusaha dikawasan hutan. “Disini kita ingin menyamakan persepsi, agar dalam izin berjalan sesuai dengan aturan.

Ada 3 kewajiban pemegang izin yakni penandaan batas, program rencana kerja, dan membayar pajak, ” ujarnya.

Lebih lanjut Panji menjelaskan, lahan untuk hutan sosial di Sumsel mencapai 361.897 ha, dan yang sudah dikelolah oleh masyarakat mencapai 105.367 ha. Pengelolaan kawasan hutan sosial itu dikelolah oleh sekitar 15.000 KK. “Untuk izin yang sudah kami terbitkan mencapai 104 izin.

Itu tersebar di seluruh Provinsi Sumsel yang ada hutannya. Yang tidak ada hutan sosial yakni Palembang, Prabumulih, OI dan Lubuklinggau, ” bebernya.

Ketika ditanya terkait kriteria masyarakat yang mendapatkan izin di kawasan hutan sosial, dia menerangkan, masyarakatnya harus benar-benar berdomisili disekitar hutan dengan menunjukkan KTP dan KK.

“Kita akan memfasilitasi masyarakat yang memenuhi syarat mendapatkan izin di kawasan hutan sosial.

Jadi tidak ada biaya untuk pengurusan izin tersebut, ” ucapnya.

“Pak Gubernur sudah mencanangkan 2 tahun lagi, angka kemisikinan turun satu digit. Kita berharap masyarakat di sekitar hutan, bisa berkurang signifikan angka kemiskinannya.

Karena mereka bisa mendapatkan pinjaman KUR, dan bantuan bibit, ” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan hidup Bambang Supriyanto menuturkan, capaian hutan sosial di Sumsel baru sekitar 35 persen.

Dari total 361.897 ha, yang baru dimanafaatkan baru hanya sekitar 105.367 ha.

“Kita ingin suatu percepatan, supaya target 100 persen ke masyarakat dapat dilaksanakan pada tahun ini.

Kita diskusikan di tingkat 14 kabupaten dan kota tolong didampingi KPH dan penyuluh.

Sinkronkan lokasi nya itu di KPH,” katanya.

“Harapan kita ada cluster komoditas dikembangkan, seperti karet, durian, jengkol, pete. (Andre)

Kebunnya bisa kopi, sereh, madu. Itu alternatiff income,” tambahnya.

Dia berharap ada masuknya percepatan akses. Sehingga memberikan kemanfaatan, agar berdampak pada penurunan angka kemisikinan bisa tercapai.

“Kita dampingi, dengan perencanaan yang bagus. Harapannya bibit nya dibantu Pemprov, pupuknya bersubsidi,” ucapnya.

Ketika ditanya terkait perizinanan hutan sosial, dia menuturkan, masyarakat punya kelompok tani, lokasinya di sekitar hutan. “Harus mengajukan proposal, lokasi itu mau diapakan. Administasinya terpenuhi, kita verifikasi ke disdukcapil benar tidak penduduk situ.

Kemudian kita keluarkan SK, selama 35 tahun dipinjamkan ke masyarakat, tapi tidak bisa diperjual belikan,” tegasnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Kehutanan IPB Dr Rinekso Sukmadi menambahkan, perhutanan sosial adalah terobosan supaya berkeadilan pengelolaan hutan.
Ada penguatan pendampingan, bagi yang menguasai perhutanan sosial.

“Pendampingnya ,tidak boleh ada kesalahan dalam memberikan petunjuk ke masyarakat, terutama terkait perhutanan sosial itu izin pemanfaatan bukan izin kepemilikan tanah,” urainya.

Dia menuturkan, sudut pandang dari akademisi, bahwa mahasiswa kehutanan ada sekitar 28 ribu, mahasiswa harus tahu perhutanan sosial.
Sehingga melakukan pendampingannya benar.

” Sedangkan Potensi di Sumsel, perhutanan sosial kalau buat produk buat produk andalan.

Dibuat cluster, karena kita lemah di paskah panen.Perhutanan sosial ini dibuat cluster misal, karet, durian,” pungkasnya. Menjelaskan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *