Ketua Ikatan Notaris Indonesia

Against Corruption Together

Ketua Ikatan Notaris Indonesia

30th August 2018 Hukum 0

Yualita Widyadhari adalah Ketua Umum Ikatan Notaris Indonesia (INI) periode 2016-2019 hasil Kongres XXII INI bulan Mei 2016 di Palembang, Sumatera Selatan, menggantikan Adrian Djuaini. Wanita yang punya nama panggilan Lita ini memastikan, bahwa INI sebagai wadah satu-satunya profesi notaris. Ia akan mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam melindungi dan melayani setiap anggota. Pada bulan Juli 2016 kemarin INI sudah genap berusia 108 tahun. Sebagai organisasi yang punya usia matang, ia akan membawa organisasi menuju pada tujuan utama, yakni kebanggaan dan kejayaan profesi.
Menurut Lita, berbagai permasalahan pernah terjadi terutama terkait permasalahan hukum mulai dari tingkat Pengurus Daerah (Pengda), Pengurus Wilayah (Pengwil) sampai Pengurus Pusat (PP). Belum lagi permasalahan yang terkait profesionalitas anggota seperti kesenjangan kualitas notaris antara daerah satu dengan daerah lain menjadi pekerjaan rumahnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Lita telah menyusun sejumlah program kerja yang tentunya dapat diemplementasikan secara konkrit. Terkait perlindungan anggota misalnya, ia akan membentuk tim pakar dan tim ahli yang diisi dari kalangan notaris anggota INI untuk menganalisa kasus yang dihadapi notaris. Selain itu memberikan rekomendasi terkait langkah-langkah hukum apa yang mesti dilakukan oleh PP INI dalam menyelesaikan kasus.
Guna lebih mengkonkritkan upaya melindungi anggota, Lita berencana membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di bawah struktur INI. Rencananya, LBH tersebut akan diisi oleh ahli-ahli hukum dalam rangka perlindungan kepada anggota yang mengalami permasalahan. Selain ahli hukum, calon-calon notaris yang telah mempunyai izin sebagai advokat namun belum diangkat sebagai notaris, rencananya akan mengisi LBH tersebut.
“Tentunya tidak kalah pentingnya membuat MoU dengan kepolisian terutama untuk melakukan eksaminasi kasus yang dihadapi notaris dan membuat rekomendasi hukum kepada penegak hukum,” tambahnya.
Program
Kaitannya dengan peningkatan profesionalitas, Lita akan menyusun program pelatihan untuk meningkatkan keilmuan, salah satunya dengan bersinergi dengan lembaga pendidikan tinggi dan profesi. Lalu untuk lebih ‘membumikan’ INI, Lita akan membuat program di salah satu televisi yang mengangkat isu seputar kenotariatan. Sedangkan yang terkait dengan organisasi, ia akan mensinergikan notaris dan PPAT. Pasalnya, ia memandang tantangan antara notaris dan PPAT sangat besar. Misalnya terkait kebijakan Presiden Joko Widodo lewat Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XII yang menyatakan honor pendirian akta Perseroan Terbatas (PT) sebesar Rp. 1 juta untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Itu pasti akan terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Mereka akan meng-genelalisir semua akta adalah Rp. 1 juta. Itu harus diperjuangkan melalui perkumpulan INI. Tentunya hal ini dapat tercapai apabila mendapat dukungan dari semuanya,” lanjutnya.
Menurut Lita, kunsi kesuksesan seseorang adalah dengan selalu bersyukur dan terus semangat bekerja serta positive thinking. Insya Allah kita bisa terus berbuat untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Tidak ada kesuksesan yang didapat dengan mudah. Itu dibuktikan Lita di sepanjang perjalanan kariernya. Ia mengawali kariernya sebagai staf biasa pada sebuah perusahaan jasa asuransi swasta. Karena prestasinya yang cemerlang, ia berhasil menempati jabatan sebagai Chief of Legal Officer PT Citra International Underwrite (CIU) sekaligus sebagai Komisaris PT BGIB Unsurance Brokers. Bak meteor yang melesat ia selalu menetapkan target pada setiap pekerjaan. Tidak heran bila kemudian bisa mewujudkan impiannya memiliki usaha sendiri.
Lita membuka praktek notaris pertama di Bantul, Yogyakarta, selama tiga tahun. Selanjutnya pada tahun 2002 ia membuka praktek di Jakarta dengan karyawan hanya empat orang dan masih menyewa kantor. Dengan semangat kerja keras dan network yang luas, ia akhirnya bisa memiliki kantor sendiri di Gedung TCC Batavia, tower One, Lt. 9 Suite 9, di Jl. KH Mas Mansyur Kav. 126 Jakarta Pusat dengan jumlah karyawan yang cukup banyak.
Selain menjabat notaris, Lita juga menjadi Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia, Bendahara Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PPKAGAMA), Sekretaris Umum Ikatan Notaris Universitas Indonesia (Ikanot UI) dan Ketua Notaris Golf Club (NGC).
Jabatan notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) bagi Lita adalah jabatan kepercayaan. Oleh karena itu ia merasa bersyukur dipercaya menjadi Sekretaris Umum dua periode, tahun 2009-2012 dan 2013-2016 di organisasi Ikatan Notaris Indonesia. Saat ini ia dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia periode 2016-2019. (*).
Biodata
Nama lengkap : Yualita Widyadhari.
Nama panggilan : Lita.
Tempat, tgl lahir : Banjarmasin, 30 November 1960.
Agama
: Islam.
Hobi
: Traveling dan golf.
Kantor
: Gedung TCC Batavia, Tower One, Lantai 9
Jl. KH Mas Mansyur Kav. 126 Jakarta Pusat, telepon (021) 29529440, 29529441.
Pendidikan formal :
* SD Cilacap, lulus tahun 1971.
* SMP Tegal, lulus 1974.
* SMA Yogyakarta, lulus 1979.
* Fakultas Hukum UGM Yogyakarta, lulus 1985.
* Pasca Sarjana Notariat UI Jakarta, lulus 1996.
* Magister Kenotariatan UI Jakarta, lulus 2012.
Pendidikan non formal :
* Pendidikan Ahli Broker Asuransi Indonesia dengan gelar Certified Indonesia.
* Insurance Brokers (CIIB).
* Pendidikan Ajun Broker, ABAI (1997).
* Pendidikan Ahli Broker, ABAI (1998).
Riwayat pekerjaan :
* 1985 – Oktober 1997
: Deputy Director PT Bimantara Graha Insurance Brokers.
* Oktober 1997 – 2000
: Komisaris PT Citra International Underwriter.
* 1998 – Agustus 2002
: Notaris dan PPAT Bantul, DIY.
* Nopember 2002 – sekarang : Notaris & PPAT Jakarta Pusat, terdaftar sebagai Notaris BAPEPAM No. 664/PM/STTD-N/2003.
Pengalaman organisasi :
* Organisasi Profesi Notaris (Ikatan Notaris Indonesia disingkat INI).
* Bendahara Pengurus Daerah INI Jakarta Pusat (2006-2009).
* Bendahara Pengurus Wilayah INI DKI (2006-2009).
* Sekretaris Umum Pengurus Pusat INI (2009-2013).
* Sekretaris Umum Pengurus Pusat INI (2013-2016).
Organisasi Profesi PPAT (IPPAT) :
* Sekretaris Pengurus Daerah IPPAT Jakarta Pusat (2004 sd 2007).
* Hubungan Antar Lembaga PP IPPAT Jakarta Pusat (2003 sd 2007).
Organisasi lain :
* Bidang Hukum, Asosiasi Broker Asuransi Indonesia (ABAI) (1997).
* Team Good Corporate Governance Asosiasi ABAI (2007).
* Wakil Ketua Departemen Hukum dan Perundang-undangan ABAI (2007-2010).
* Sekretaris I KAGAMA DKI (2009-2014).
* Bendahara KAGAMA Golf DKI (2010-2014).
* Ketua Notaris Golf Club (2010-2014).
* Bendahara Umum Pengurus Pusat KAGAMA (2014-2019
Sumber :
A
* http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt57415dcfbf681/terpilih-jadi-ketum-ikatan-notaris-indonesia–ini-fokus-yualita-widyadhari
* http://halloapakabar.com/yualita-widyadhari-sh-mkn-pesona-wanita-mandiri
* http://ini.id/profil_ketum.php

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *